5 Tips Mengeksekusi Ide Menjadi Tulisan Utuh.

Blogging
Menuliskan ide menjadi sebuah tulisan. Cara mencari ide Blog
profile
Ditulis oleh: Yosef Arie S

Blogger Purworejo | StandUpIndoPWR | Comedy Addict | Content Writer (Butuh Jasa Content Writer Hubungi Via Email) | storyofjho.wordpress.com | Contact : storyofjho@gmail.com

Artikel Dibaca : 451 Kali

Bagi para blogger, selain masalah ide, mengeksekusi ide itu menjadi suatu tulisan utuh juga merupakan suatu masalah. Bisa jadi inilah masalah serius yang sesungguhnya.

Pada dasarnya ide ada banyak berkeliaran, tinggal seberapa peka radar kita untuk menangkap ide tersebut. Sayangnya kerap kali saat mendapat suatu ide, hal itu dibiarkan begitu saja, dan waktu akan menulis lupa akan ide yang tadi sudah diapat. Alhasil, gak jadi menulis lagi.

Kadang juga idenya sudah terekam, tapi bingung eksekusinya. Bingung mencurahkan kata-katanya, bingung akan dibuat artikel yang seperti apa, dan kebingungan-kebingungan lain yang menjadi alasan untuk tidak menulis.

Atau ada juga dikasus lain dimana seorang blogger yang terlalu banyak memiliki ide, sampai akhirnya bingung harus mengeksekusi ide yang mana.

Untuk kamu yang mengalami masalah-masalah seperti diatas, tips berikut bisa kamu coba terapkan untuk membantumu mengeksekusi ide yang ada di pikiran.

Buatlah suatu jurnal.

Jurnal

Sumber : http://lifehacker.com/why-you-should-keep-a-journal-and-how-to-start-yours-1547057185

Apa fungsi jurnal ini? Jurnal ini berfungsi untuk mencatat semua ide yang tiba-tiba kamu tangkap. Jurnal ini bisa berupa buku kecil yang fleksibel kamu bawa kemana-mana. Saat kamu mendapatkan ide, kamu bisa langsung menuliskannya di jurnal ini.

Alternatif lain selain menggunakan jurnal, kamu juga bisa mencatatnya di note yang ada di handphonemu. Apapun medianya, yang paling penting adalah kamu perlu membiasakan diri untuk mencatat semua ide yang tiba-tiba muncul, apapaun itu idenya.

Sebelum kamu mengeksekusi ide, ide tersebut harus terekam atau terdokumentasi dengan baik terlebih dahulu supaya pengembangannya bisa lebih mudah.

Kelompokan ide dalam satu topik.

Bringing-Business-Ideas-to-Life-v2

Sumber : http://www.luminaprime8.co.uk/bringing-your-business-ideas-to-life/

Semua ide yang ada di jurnalmu pasti ada beragam dengan berbagai topik. Kelompokan ide-ide ini sesuai topiknya.

Saat melakukan pengelompokan ide ini, amati mana topik yang materinya paling banyak. Eksekusi itu terlebih dahulu, topik atau bahasan yang lain kesampingkan dulu, fokus dulu pada satu topik.

Lakukan riset.

ResearchKey

Sumber : http://hyperacusisresearch.org/

Setelah menemukan topik yang siap dieksekusi, lakukanlah riset. Riset sangatlah penting untuk memperkuat hasil tulisanmu. Riset ini bisa membantumu menambah materi-materi yang sebelumnya belum kamu pikirkan.

Riset bisa kamu lakukan di internet. Carilah di google hal-hal yang berkaitan dengan topik yang akan kamu eksekusi. Riset ini fungsinya adalah untuk mencari referensi lain.

Jika kamu mendapati ada tulisan yang sama dengan topik yang akan kamu tulis, jangan takut untuk menuliskan hal yang sama. Selama kamu tidak melakukan copy paste, menuliskan topik yang sama tidak dipermasalahkan. Selain itu, kamu tentu memiliki sudut pandang lain terhadap topik itu.

Buat kerangka tulisan.

writing

Sumber : http://aghamisme.blogspot.co.id/2014/12/kerangka-karangan-dan-penulisan-karya.html

Kebanyakan orang akan langsung menuliskan apa yang ada di pikirannya dan mengabaikan kerangka tulisan. Kerangka tulisan memang tidak diwajibkan, namun kerangka ini akan membantu kamu untuk tetap menulis sesuai jalur.

Kerangka tulisan ini akan membantumu menata tulisan. Mana hal yang harus ditulis lebih dulu, dan mana yang selanjutnya.

Biasakan juga untuk membuat tulisan dalam poin atau dalam satu artikel ada sub headingnya. Poin-poin atau subheading dalam artikel tidak hanya membuat nyaman pembaca blog, namun juga akan membantumu menjaga kestabilan tulisanmu.

Tentu akan lebih nyaman membaca suatu artikel yang runut dan pembahasannya tidak melebar.

Kamu pasti sering mendapati tulisan yang pembahasannya tidak serasi antara paragraf satu dan lainnya, atau yang pembahasannya melebar kemana-mana. Itu terjadi karena si penulis tidak menggunakan kerangka sehingga tulisannya tidak terarah dan pembahasannya melebar.

Tulis.

writing1

Sumber : https://pwrites.princeton.edu/2015/07/31/writing-at-its-best-2/

Semua proses diatas akan menjadi sia-sia jika kamu tidak menuliskannya. Jika kamu merasa kurang puas dengan kualitas tulisanmu, tetap tuliskan. Kuatitas akan terbangun dari kuantitas.

Kuantitas menulis yang semakin banyak akan sedikit demi sedikit akan meningkatkan kualitas tulisanmu.

Kamu juga bisa meminta masukan dari orang yang kamu anggap lebih baik cara menulisnya dengan menunjukan hasil tulisan yang sudah jadi. Ini akan memudahkan orang itu untuk memberikan masukan.

Untuk mengatasi masalah keterbatasan kata-kata, kamu bisa lebih banyak membaca buku maupun membaca artikel di media-media yang bergizi. Dari sini kamu akan mendapatkan beberapa diksi baru dan bisa membantumu membangun warna tulisan.

***

Ide sespektakuler apapun, jika tidak dieksekusi tidak akan manjadi apa-apa. Akan menjadi seperti apa setelah ide itu dieksekusi itu perkara nanti. Yang penting eksekusi terlebih dahulu. Setelahnya kamu bisa mengkoreksi dan memperbaikinya.

Beberapa tips diatas semoga bisa sedikit membantumu. Tingkatkan skill menulismu dengan terus menulis.

 


Tulisan Yosef Arie S Lainnya + View All

Comments


load

Blogger Purworejo © 2015 - 2016 | Design By : Kang Rofingi - Wpbtemplate.com